REPORTASEBABEL.ID, BANGKA BELITUNG — Berbagai elemen masyarakat Kabupaten Bangka yang terdiri dari organisasi masyarakat (ormas), LSM, organisasi kepemudaan (OKP), serta mahasiswa, menggelar diskusi publik bertajuk “Menyoroti Nasib Bangka di Tengah Efisiensi Negara” pada Sabtu malam di Kantin Pahlawan 12 (Inpalas 12), Sungailiat, Kabupaten Bangka ( 4/4/2026 )
Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi lintas elemen dalam merespons kebijakan efisiensi anggaran negara yang dinilai berdampak langsung terhadap kapasitas fiskal dan arah pembangunan daerah.
Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan berbagai pandangan kritis sekaligus solusi strategis untuk masa depan Bangka.
Sorotan Utama Diskusi
Peserta diskusi menilai bahwa kebijakan efisiensi nasional telah mempersempit ruang fiskal daerah, yang berimplikasi pada melambatnya pembangunan dan menurunnya daya ungkit ekonomi lokal.
Di sisi lain, Bangka juga menghadapi tantangan internal, mulai dari tata kelola birokrasi hingga struktur ekonomi yang belum sepenuhnya kuat dan berdaya saing.
Sejumlah isu strategis yang mengemuka antara lain:
Penurunan daya beli masyarakat di tingkat lokal
Ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat
Tantangan pada sektor unggulan seperti timah, sawit, dan perikanan
Inefisiensi birokrasi dan belum optimalnya penempatan SDM
Gagasan dan Rekomendasi Strategis
Diskusi menghasilkan sejumlah gagasan penting yang menjadi pijakan menuju kemandirian daerah, antara lain:
1. Optimalisasi Pendapatan Daerah (PAD)
Penertiban objek pajak dan aset daerah
Peningkatan kontribusi sektor perkebunan
Penguatan transparansi sistem perpajakan
2. Reformasi Birokrasi
Penempatan ASN berbasis kompetensi
Efisiensi belanja operasional
Evaluasi dan penyederhanaan struktur OPD
3. Transformasi Ekonomi
Hilirisasi komoditas unggulan
Penguatan sektor perikanan dan ekspor
Pengembangan desa wisata sebagai alternatif ekonomi
4. Penguatan Iklim Investasi
Kebijakan pro-investasi
Pemanfaatan teknologi untuk efisiensi
Peran aktif pemerintah dalam menciptakan ekosistem usaha yang kondusif
Arah Perubahan: Dari Ketergantungan Menuju Kemandirian
Diskusi ini menegaskan, masa depan Bangka tidak bisa terus bergantung pada transfer pusat. Perlu perubahan paradigma pembangunan menuju model yang mandiri, adaptif, dan berbasis potensi lokal.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan sektor swasta menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut.
*Tindak Lanjut*
Sebagai langkah konkret, forum diskusi menyepakati akan melakukan audiensi resmi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka dan DPRD Kabupaten Bangka guna menyampaikan hasil rumusan dan rekomendasi kebijakan.( red )
Lewati ke konten














