Perusakan DAS Ampui di Balik Baju Seragam Loreng: Puspom dan Polda Babel Didesak Ringkus Penambang Amat dan Oknum ARD

ARD Diduga Backup dan Koordinir Tambang Ilegal di DAS Ampui

RBI, PANGKALPINANG — Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampui yang seharunya steril dari aktivitas perusakan lingkungan kini kembali digerus aktivitas penambangan timah tanpa izin. Mirisnya, aktivitas ilegal di zona terlarang ini diduga kuat dibentengi oleh oknum aparat penegak hukum. Seorang oknum anggota Korem 045/Garuda Jaya (Gaya) berinisial ARD bersama beberapa rekannya disinyalir bertindak sebagai koordinator dan pelindung (backup) di lapangan.

Informasi keterlibatan oknum aparat tersebut dibeberkan langsung oleh sumber tepercaya dari warga setempat pada Kamis (27/8/2026) siang.

“Ada oknum anggota Korem dan rekannya di penambangan DAS Ampui, Bang. Pelaku penambangannya bernama Amat,” ungkap sumber di lokasi.

Aktor Penambang Berinisial Amat dan Ancaman Kerusakan DAS

Berdasarkan kesaksian warga, operasional alat tambang di zona hijau DAS Ampui tersebut dikomandoi langsung oleh seorang penambang berinisial Amat. Kehadiran sosok ARD dan kelompoknya diduga menjadi “tameng” bagi Amat untuk secara leluasa mengeruk pasir timah tanpa mengindahkan aturan hukum serta ancaman pendangkalan sungai yang dapat memicu banjir di Pangkalpinang.

Praktik pengkondisian wilayah terlarang oleh oknum aparat seperti ini memperpanjang catatan kelam mafia pertimahan di Bangka Belitung, yang memanfaatkan pengaruh institusi demi keuntungan pribadi.

Upaya Konfirmasi ke Pihak Korem, Kepolisian, dan Polda Babel

Guna menjaga asas keterbukaan informasi serta perimbangan berita (cover both sides), tim media saat ini sedang berupaya mendalami keberadaan penambang bernama Amat serta oknum berinisial ARD guna dimintai klarifikasi resmi atas dugaan tindak pidana tersebut.

Di saat bersamaan, tim media juga tengah melayangkan permohonan konfirmasi kepada jajaran Polresta Pangkalpinang, Polda Babel, serta Molen Korem 045/Gaya terkait langkah penindakan hukum dan sanksi disiplin militer terhadap oknum yang merusak nama baik institusi.

Warga mendesak agar Puspomad/Pomdam setempat turun langsung membersihkan oknum penjahat lingkungan di kawasan DAS Ampui.

Tim Investigasi Suara Reportase Babel


Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@reportasebabel.com. atau kontak redaksi 0813-7027-905 Terima kasih.
BACA JUGA :  Wakil Bupati Belitung Angkat Bicara Terkait Polemik Nota Kesepakatan Lahan Selat Nasik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *