Pembalap Pertamina Enduro VR46, Franco Morbidelli, menempati posisi keenam pada hari terakhir tes MotoGP di Sepang, namun tampak cukup puas dengan paket yang disediakan Ducati.
Namun, pembalap Pertamina Enduro VR46 ini yakin bahwa ia telah berhasil melakukan pekerjaan yang produktif, dengan menempati posisi keenam pada hari terakhir (ketujuh dalam akumulasi tiga hari), terpaut 728 milidetik dari waktu 1:56,402 yang dicatat Alex Marquez, pembalap tercepat.
“Tiga hari ini adalah hari-hari yang intens dan itulah yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan paket baru dan kembali ke ritme MotoGP. Kami berhasil meningkatkan performa setiap hari, jadi saya senang,” kata Morbidelli.
“Kami telah melakukan tugas kami dan berusaha meningkatkan performa sesuai dengan perasaan kami. Tentu saja, kami selalu memperhatikan Ducati lainnya, karena paketnya berbeda, tetapi ada beberapa titik di mana mereka lebih cepat, dan ada juga titik di mana saya lebih cepat. Hal-hal seperti ini dapat Anda coba tingkatkan dengan paket apa pun jika perasaan Anda cocok, dan itulah yang kami lakukan.
Di antara hal-hal lain, ada kekhawatiran bahwa peralihan dari GP24 ke GP25 dapat mempersulit segalanya baginya, mengingat kesulitan yang dihadapi Francesco Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio musim lalu.
“Menurut saya, saya lebih dekat, karena tahun lalu saya praktis tidak menerima pembaruan apa pun dibandingkan dengan 2024, sedangkan tahun ini ada beberapa pembaruan pada motor saya. Hal ini saja sudah menempatkan saya pada posisi yang lebih baik,” ucapnya.
Ketika ditanya apakah dia merasa telah menemukan jawaban atas kesulitan yang dia hadapi tahun lalu, murid Valentino Rossi menjelaskan, “Kami sedang mengerjakannya, karena selisihnya masih empat persepuluh setengah (referensi tampaknya mengacu pada rekan setimnya, yang berada di posisi ketiga) dan itu bukan yang saya inginkan. Jadi, kami harus terus bekerja.”
Jika banyak rekan-rekannya berulang kali mengatakan bahwa dari tes pertama musim ini, hampir tidak mungkin untuk memahami hierarki, “Franky” justru berpendapat bahwa klasifikasi yang terlihat di Sepang sudah cukup akurat.
“Tentu saja kita bisa melihat nilai-nilai di lapangan, cukup dengan melihat klasifikasi, karena itu selalu mencerminkan nilai-nilai tersebut. Jika Anda melihat bagaimana Grand Prix Malaysia tahun lalu, mereka yang berada di depan saat itu, masih berada di depan sekarang,” tuturnya.(*) Sumber Berita Moto Sport
Lewati ke konten









